Menu

Pemain Chelsea Membuat Kritikus Terlihat Bodoh

Pemain Chelsea membuat para kritikus mereka terlihat “bodoh” meskipun mereka tersingkir dari Piala Liga di Stoke, kata Jose Mourinho.

Manajer The Blues itu mengklaim penampilan mereka dalam kekalahan adu penalti, setelah bermain imbang 1-1, sudah cukup untuk meruntuhkan klaim pemainnya tidak bermain untuk dia. “Apa yang para pemain lakukan malam ini menghadapi orang-orang yang menulis dan mengatakan, ‘Anda bodoh’,” kata manajer asal Portugis berusia 52 tahun itu. “Kau pikir para pemain tidak memberikan segalanya untuk memenangkan pertandingan? Itu benar-benar menyedihkan.”

Pemegang gelar juara Chelsea dikalahkan 5-4 melalui adu penalti di putaran keempat setelah memaksa ekstra time melalui gol penyama kedudukan di injury time yang dicetak oleh Loic Remy. The Blues memiliki 59% kepemilikan bola dan 24 tendangan ke arah gawang – sembilan dari mereka berada di target, dibandingkan dengan lima tendangan dari Stoke. Mereka juga memenangkan 11 tendangan sudut sedangkan Stoke hanya memiliki dua. Mourinho menghadapi media setelah pertandingan untuk pertama kalinya sejak Jumat, setelah menolak untuk berbicara setelah kekalahan 2-1 di hari Sabtu oleh West Ham dan sebelum hasil imbang di hari Selasa.

Pemain Saya Telah Mencoba Segalanya

Mourinho lagi-lagi menghadapi tindakan disipliner dari Asosiasi Sepakbola setelah dikirim ke tribun pada babak pertama kekalahan Sabtu lalu di Upton Park. The Blues kembali mengalami kekalahan untuk kelima kalinya dalam 10 pertandingan di Liga Premier musim ini di Boleyn Ground. Tapi Mourinho, yang juga menerima larangan masuk ke stadion di awal musim ini, mengatakan klaim bahwa para pemainnya telah dipengaruhi oleh perilakunya menunjukkan “kurangnya rasa hormat” untuk timnya.

“Bagi saya itu akan menjadi situasi yang fantastis jika para pemain menentang saya, saya bisa mengatakan itu, Anda tidak akan memiliki hasil jika para pemain menentang saya,” katanya. “Yang ditulis dan dikatakan oleh beberapa orang benar-benar buruk bagi para pemain. Sebagian besar orang yang melakukan itu adalah mantan pemain. “Saya pikir mereka berpikir pemain saya seperti mereka ketika mereka masih menjadi pemain. Mungkin mereka mampu melakukan itu. Para pemain saya mencoba segalanya.”