Menu

Lemahnya Pertahanan Sunderland Membuat Allardyce Prihatin

Manajer Sunderland, Sam Allardyce mengatakan dia prihatin dengan kelemahan pertahanan timnya setelah kekalahan 6-2 di markas Everton.

The Black Cats mencapai mencatat pertandingan pertama tanpa kebobolan di musim ini ketika melawan Newcastle hari Minggu lalu, tetapi setelah menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di Goodison Park, mereka kemudian kebobolan tiga gol hanya dalam waktu tujuh menit. “Kelemahan pertahanan kami di samping terlalu besar,” kata Allardyce. “Jika kami tidak kami tidak memperbaiki hal ini dan kembali kebobolan gol seperti yang kami lakukan ketika kami sudah menyamakan kedudukan menjadi 2-2, maka kami akan menghadapi pertandingan-pertandingan yang berat selama beberapa bulan ke depan.”

Sunderland membentur tiang dua kali sebelum Everton memimpin dengan dua gol. Tim tamu mampu mengejar hingga skor menjadi 2-2 melalui Jermain Defoe dan Steven Fletcher setelah 50 menit, tetapi hanya 12 menit kemudian mereka kembali tertinggal 5-2. Aroune Kone menambahkan gol lewat sundulan di menit-menit akhir untuk menyelesaikan hat-trick pertamanya untuk Everton dan membuat Sunderland tetap berada di peringkat kedua dari bawah di Liga Premier, dua poin dari zona aman.

Allardyce, yang belum pernah terdegradasi dan telah melihat timnya mengalami kekalahan dalam dua dari tiga pertandingan sejak ia mengambil alih jabatan manajer pada 9 Oktober, menambahkan: “Kami memiliki 17 tendangan da dan 12 diantaranya ke arah gawang. “Di lini depan, kami bisa mencetak gol dan menciptakan peluang, tetapi sampai kami bisa membiasakan diri untul bertahan dengan baik, tidak akan ada harganya berapapun banyak gol yang bisa kami mencetak jika kami masih bertahan seperti itu. “Kurangnya disiplin dan organisasi sebagai sebuah tim jelas kekhawatiran terbesar bagi saya.”