Menu

Ini Alasan Gervinho Hijrah ke China

gervinhoGervinho bakal mengawali perjalanannya di Liga China. Ia pun menutup kans untuk kembali ke Eropa, karena baginya karier di Benua Biru sudah usai.

Striker internasional Pantai Gading ini mulai bermain di Eropa tahun 2004 silam. Ia memulai perjalanannya dengan membela klub asal Belgia, Beveren, selama tiga musim.

Hengkang dari Beveren, Gervinho lantah menyeberang ke Prancis untuk memperkuat dua klub yaitu Le Mans dan Lille. Kemudian pada 2011 ia hijrah ke Premier League dengan menerima tawaran Arsenal.

Lalu tahun 2013, Gervinho berkarier di Serie A Italia bersama AS Roma. Dan pada musim dingin lalu, ia memilih pergi dari klub Ibukota Italia dan bertoal ke klub China, Hebei China Fortune.

Merumput di China disadari si pemain bakal memunculkan konsekuensi terhadap kariernya. Pemain yang sudah menginjak umur 28 tahun tersebut sudah tak mau lagi merajut karier di Eropa.

“Sudah tentu dalam aspek olahraga dan budaya, ingin berbeda dari apa yang telah saya lalui sebelumnya. Namun saya sudah tidak punya semangat ataupun keinginan bermain di Eropa,” ujar Gervinho kepada L’Equipe seperti dikutip ESPN FC.

“Bahkan apabila saya tak bisa berkata jika saya takkan kembali lagi, karier saya di Eropa sudah selesai. Saya telah memulai petualangan baru di benua lain.”

Gervinho hengkang dari Roam tidak berselang lama usai Rudi Garcia dipecat dari kursi kepelatihan Il Giallorossi. Kepergian Garcia diklaim sebagai salah satu alasan mengapa ia menerma penawaran Hebei.

“Saya kaget dan kecewa karena menurut saya karena tak ada alasan kenapa dia tidak bisa melanjutkan musim sampai selesai. Bagi saya, Rudi tidak hanya sekadar pelatih, dia yang membawa saya ke Roma,” lanjut Gervinho.