Menu

Komentar Ancelotti Soal Krisis Chelsea dan MU

carlo ancelottiDuo Liga Primer Inggris, Chelsea dan Manchester United, sedang melorot. Berkaca dari situasi AC Milan, hal tersebut dianggap wajar Carlo Ancelotti.

Liga Primer melahirkan jawara baru musim ini. Leicester City yang baru berkompetisi di kasta tertinggi kompetisi Inggris dua musim belakangan menjadi kampiun akhir musim.

Sedangkan Chelsea dengan predikat jawara bertahan cuma finis di peringkat 10, bahkan The Blues empat melakukan pergantiana pealtih dari Jose Mourinho ke Guus Hiddink (interim).

United juga belum mampu menemukan performa yang ideal. Setan Merah gagal menembus zona empat besar. Satu-satunya gelar yang mereka raih ialah trofi Piala FA setelah menumbangkan Crystal Palace di partai final.

Don Carletto yang pernah membesut Chelsea tak kaget dengan kiprah dua klub tersebut. Sebab, The Blues dan Setan Merah sedang menjalani masa-masa transisi.

“Setiap tim punya momen-momen oke dan kurang mulus. Sekarang ini merupakan periode Chelsea yang tengah memasuki masa transisi,” kata Ancelotti seperti dikutip Daily Star.

“Mereka sempat melewati periode luar biasa bersama pemain-pemain tangguh seperti John Terry, Frank Lampard, dan Ashley Cole. Kini mereka harus membuat Terry yang baru, Lampard yang baru, dan Cole yang baru.

“Hal itulah yang sekarang dialami AC Milan. Saat mereka ditinggal Paolo Maldini, Gennaro Gattuso, dan Andrea Pirlo mereka butuh waktu lebih untuk melahirkan-pemain lain yang merepresentasikan klub mereka. Itulah yang tengah menimpa Chelsea.

“Sama juga halnya dengan Manchester United. Mereka kehilangan Rio Ferdinand, Gary Neville, Paul Scholes, dan Ryan Giggs. Mereka harus segera melahirkan pemain baru yang bisa mewakili klub mereka. Kondisi itu wajar dalam sepakbola,” tutur manajer yang pernah menangani Milan, Parma, dan PSG itu.