Menu

Mantan Pelatih Inter Jelaskan Keberadaannya di Roma Bukan Untuk Melatih

Mantan pelatih Inter Milan yaitu Roberto Mancini,  menjelaskan mengapa dia terus dihubungkan untuk dapat melatih di AS Roma dibandingkan dengan tim lamanya belakangan. Ia juga sempat mengungkapnya bersama TMW Radio untuk membahas beberapa sudut dalam karirnya, diantaranya mengenari rumor yang terus berkembang hingga dikabarkan dirinya telah bertemu dengan para direktur Roma.

Memang pelatih yang berusia 53 tahun tersebut dikabarkan sedang dekat dengan kubu runner up klaemen sementara di Serie A yaitu AS Roma. Hal ini dikarenakan ada dua hal yang mendasar, yang pertama adalah pelatih mereka saat ini yaitu Luciano Spalletti, gagal menyabet gelar juara satu pun dimusim ini (baik Liga Champions dan Coppa Italaia serta kemungkinan besar Liga Serie A). Dan yang kedua, Ia sering terlihat keberadaannya di Roma dan tertangkap kamera menuju kantor pengacara Roma beberapa kali.

Ia menjelaskan, “Alasannya sebenarnya mudah, saya tinggal di Roma, malah sekitar 200 meter dari kantor pengacara AS Roma. Penata rambut yang saya kunjungi juga tepat berada di seberang jalan dari sana. Jadi mereka lalu memotret saya dan mengtakan bahwa saya akan pergi ke Roma, “.

Namun apakah ia akan kembali menuju mantan klubnya yang telah dua kali ia asuh bahkan di hari terakhirnya, Ia meninggalkan Inter dua minggu sebelum dimulainya musim ini? Ia pun mengatakan, “Kelihatannya akan sulit saya melatih disana karena banyak hal yang harus diubah. Untuk membangun kembali tim, tentunya dibutuhkan waktu, juga dengan kesalahan terutama saat dimasa yang sulit. Walaupun mendapat hasil negatif, Inter pada dasarnya tak ketinggalan banyak hingga mereka mampu dapat menantang untuk merebut gelar juara.¬† Itu semua bisa terjadi tahun depan. Dari segi mentalitas, Juventus tetap tim untuk dikalahkan. ”

Mancini juga sempat ditanya tentang pemain yang Ia pernah latih selama ini. Ia mengungkapkan, “Sulit saat Anda bekerja dengan begitu banyak peamin bagus. Diego Simeone berada di daftar teratas dalam segala hal selama saya melatih di Lazio. Seba Veron, Yaya Toure, David Silva, sungguh sulit untuk memilihnya. “.